Assalamu Alaikum.
Halo, selamat datang di blog saya, untuk pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai pengalaman saya pada saat mencoba mendaftar di Alfamart.
Saya adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara, saya lulusan Smkn 2 palopo yang terletak di sulawesi selatan dan saya juga merupakan alumni 2017 jurusan Tkr( Tehnik kendaraan ringan).
Setelah saya tamat sekolah, saya merasa banyak tekanan dimana saya sebagia sworang pria yang punya tanggung jawab besar untuk mencari uang.
Dengan bermodalkan ijazah hasil lulusan smkn 2 palopo saya gunakan untuk melamar pekerjaan, awalnya saya bekerja di salah satu perusahaan asuransi namun saya merasa tidak dapat menguasai pekerjaan itu, saya merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu dan akhirnya saya mengundurkan diri.
Selang beberapa minggu saya mendengar info dari teman bahwa alfamart sedang membutuhkan tenaga kerja baru, pendaftaran di buka pada tanggal 20 desember 2019. tanpa pikir panjang saya langsung berniat untuk mendaftarkan diri saya bersama teman dan sepupu saya. Pada tanggal 20 desember 2019 tibalah saatnya pendaftaran, namun sebagian berkas saya belum siap.
Pada pagi itu saya merasa begitu pusing, dengan tergesah-gesahnya, saya mencoba untuk melengkapai semua berkas saya. Melihat berkas saya masi ada yang kurang dengan cepat saya memakai pakain dan bergegas untuk membeli berkas yang masi kurang.
Pada saat di jalan pikiran selalu terbayang-bayang dengan pikiran terlambat sehingga membuat saya ngebut berkendara, sesudah membeli berkas itu saya langsung menuju rumah sepupu saya, sesampainya disitu saya melihat sepupu saya yang belum sama sekali memakai pakain, dalam hati saya apa saya yang terlalu cepat atau dia yang terlambat. Dan ternyata saya saya yang cepat.
Bergegaslah saya mengisi berkas-berkas, namun naisnya lagi, saya mengisi berkas dengan cara yang salah dikarenakan mengikuti cara pengisian punya sepupu saya.
Selang beberapa menit saya langsung bergerak untuk membeli berkas yang baru sekaligus untuk sepupuku juga.
Teman perempuan saya yang sudah berada di alfamart menelpon sepupu saya, dia menanyakan keberadaan kami dan menyuruh untuk bergegas ke lokasi tersebut.
Kamipun kesana, tiba disana kami melihat begitu banyak orang yang ingin mendaftar, ada pula yang tidak asing dimata.
Waktu pendaftaran sudah tiba, kamipun bergegas naik ke atas lantai 2 yang berdekatan dengan mini market tersebut, disana terlebih dahulu kami mendengarkan penjelasan dari kakak yang memberi materi.
Kamipun diminta mengeluarkan berkas dari amplop kuning tersebut dan disuruh untuk menghetternya agar tidak berceceran.
Sebelum memulai seleksi kamipun disuruh berhitung sekaligus mengetahui nomor kita masing-masing , nomor inilah yang digunakan untuk mengetahui apakah kita lolos ataukah tidak dan pada saat itu saya mendapatkan nomor 76. Selesai mengetahui nomor masing-masing kamipun diauruh mencatatnya pada pojok kanan atas berkas.
Akhirnyapun seleksi akan dilakukan, satu persatu dari kami di panggil untuk di ukur ketinggiannya, saya menunggu cukup lama mengingat nomor saya 76, sembari menunggu giliran, sayapun berbincang-bincang dengan teman untuk menghilangkan rasa jenuh.
Tibahlah urutan saya. Sayapun bergegas naik, ketinggian saya di ukur serta di tanyakan apakah ini pertama kalinya, saya jawab iya.
Semua pendaftar telah mengukur tinggi badannya kini saatnya mengetahui siapakah yang lolos dan siapakah yang gagal. Kami disuruh untuk mendengar baik-baik nomor kita masing-masing karena tidak ada pengulangan. Sedikit cemas serta khawatir.
Penyebutan nomor dimulai, alhasil nomor saya disebut dan ternyata Alhamdulillah nomor yang disebut tersebut merupakan orang yang lolos ke tahap selanjutnya.
Sedih campur bahagia mengingat teman saya ada yang lolos dan adapula yang gagal.
Seleksi tahap pertama sudah usai, kamipun disuruh untuk beristirahat di sekitar area lokasi.
Tak lama kemudian kami semua di suruh untuk kembali ke posisi semula, seleksi tahap dua akan di mulai, terlebih dahulu kami mendengar penjelasan dari kakak yang memberi soal, ia menjelaskan tata cara pengisian Jawaban serta peraturannya.
Soalpun di bagikan dalam keadaan dibalik. Tak lama kemudian kamipun disuruh mengisinya dalam waktu kurang lebih 10 menit dengan soal sebanyak 20 nomor. Sayapun mengisinya sesuai dengan apa yang saya ketahui namun alhasil saya hanya menjawab beberapa nomor saja dan ada beberapa yang saya jawab dengan asal-asalan.
Cemas saya menunggu keputusan, apakah saya lolos seleksi ataukah tidak. Cukup lama kami menunggu keputusan, waktu luang kami gunakan untuk berbincang-bincang. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya kami disuruh untuk kembali ke tempat semula sekaligus mendengarkan nama-nama yang lolos seleksi.
Sudah beberapa nama yang disebut namun tak kunjung juga nama saya disebut, cemas serta penuh harap smoga saja saya lolos, namun hingga penyebutan terakhir nama saya tak kunjung disebut dan artinya saya tidak lolos. Sedih rasanya tidak lolos, namun ini sudah takdir, mungkin rezeki saya bukan disini, namaun saya percaya masih banyak pekerjaan diluar sana yang cocok untuk saya. Saya serahkan semuanya kepada Allah Swt.
Dengan perasaan sedih kami semua yang tidak lolos di suruh untuk pulang. Kecewa sudah pasti, gagal di jadikan pengalaman, setidaknya sudah mencoba.
Demikian pengalaman saya waktu daftar di Alfamart. Terimakasih waktunya, sekian dari saya.
Wassalamu Alaikum
Halo, selamat datang di blog saya, untuk pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai pengalaman saya pada saat mencoba mendaftar di Alfamart.
Saya adalah anak ke-6 dari 8 bersaudara, saya lulusan Smkn 2 palopo yang terletak di sulawesi selatan dan saya juga merupakan alumni 2017 jurusan Tkr( Tehnik kendaraan ringan).
Setelah saya tamat sekolah, saya merasa banyak tekanan dimana saya sebagia sworang pria yang punya tanggung jawab besar untuk mencari uang.
Dengan bermodalkan ijazah hasil lulusan smkn 2 palopo saya gunakan untuk melamar pekerjaan, awalnya saya bekerja di salah satu perusahaan asuransi namun saya merasa tidak dapat menguasai pekerjaan itu, saya merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu dan akhirnya saya mengundurkan diri.
Selang beberapa minggu saya mendengar info dari teman bahwa alfamart sedang membutuhkan tenaga kerja baru, pendaftaran di buka pada tanggal 20 desember 2019. tanpa pikir panjang saya langsung berniat untuk mendaftarkan diri saya bersama teman dan sepupu saya. Pada tanggal 20 desember 2019 tibalah saatnya pendaftaran, namun sebagian berkas saya belum siap.
Pada pagi itu saya merasa begitu pusing, dengan tergesah-gesahnya, saya mencoba untuk melengkapai semua berkas saya. Melihat berkas saya masi ada yang kurang dengan cepat saya memakai pakain dan bergegas untuk membeli berkas yang masi kurang.
Pada saat di jalan pikiran selalu terbayang-bayang dengan pikiran terlambat sehingga membuat saya ngebut berkendara, sesudah membeli berkas itu saya langsung menuju rumah sepupu saya, sesampainya disitu saya melihat sepupu saya yang belum sama sekali memakai pakain, dalam hati saya apa saya yang terlalu cepat atau dia yang terlambat. Dan ternyata saya saya yang cepat.
Bergegaslah saya mengisi berkas-berkas, namun naisnya lagi, saya mengisi berkas dengan cara yang salah dikarenakan mengikuti cara pengisian punya sepupu saya.
Selang beberapa menit saya langsung bergerak untuk membeli berkas yang baru sekaligus untuk sepupuku juga.
Teman perempuan saya yang sudah berada di alfamart menelpon sepupu saya, dia menanyakan keberadaan kami dan menyuruh untuk bergegas ke lokasi tersebut.
Kamipun kesana, tiba disana kami melihat begitu banyak orang yang ingin mendaftar, ada pula yang tidak asing dimata.
Waktu pendaftaran sudah tiba, kamipun bergegas naik ke atas lantai 2 yang berdekatan dengan mini market tersebut, disana terlebih dahulu kami mendengarkan penjelasan dari kakak yang memberi materi.
Kamipun diminta mengeluarkan berkas dari amplop kuning tersebut dan disuruh untuk menghetternya agar tidak berceceran.
Sebelum memulai seleksi kamipun disuruh berhitung sekaligus mengetahui nomor kita masing-masing , nomor inilah yang digunakan untuk mengetahui apakah kita lolos ataukah tidak dan pada saat itu saya mendapatkan nomor 76. Selesai mengetahui nomor masing-masing kamipun diauruh mencatatnya pada pojok kanan atas berkas.
Akhirnyapun seleksi akan dilakukan, satu persatu dari kami di panggil untuk di ukur ketinggiannya, saya menunggu cukup lama mengingat nomor saya 76, sembari menunggu giliran, sayapun berbincang-bincang dengan teman untuk menghilangkan rasa jenuh.
Tibahlah urutan saya. Sayapun bergegas naik, ketinggian saya di ukur serta di tanyakan apakah ini pertama kalinya, saya jawab iya.
Semua pendaftar telah mengukur tinggi badannya kini saatnya mengetahui siapakah yang lolos dan siapakah yang gagal. Kami disuruh untuk mendengar baik-baik nomor kita masing-masing karena tidak ada pengulangan. Sedikit cemas serta khawatir.
Penyebutan nomor dimulai, alhasil nomor saya disebut dan ternyata Alhamdulillah nomor yang disebut tersebut merupakan orang yang lolos ke tahap selanjutnya.
Sedih campur bahagia mengingat teman saya ada yang lolos dan adapula yang gagal.
Seleksi tahap pertama sudah usai, kamipun disuruh untuk beristirahat di sekitar area lokasi.
Tak lama kemudian kami semua di suruh untuk kembali ke posisi semula, seleksi tahap dua akan di mulai, terlebih dahulu kami mendengar penjelasan dari kakak yang memberi soal, ia menjelaskan tata cara pengisian Jawaban serta peraturannya.
Soalpun di bagikan dalam keadaan dibalik. Tak lama kemudian kamipun disuruh mengisinya dalam waktu kurang lebih 10 menit dengan soal sebanyak 20 nomor. Sayapun mengisinya sesuai dengan apa yang saya ketahui namun alhasil saya hanya menjawab beberapa nomor saja dan ada beberapa yang saya jawab dengan asal-asalan.
Cemas saya menunggu keputusan, apakah saya lolos seleksi ataukah tidak. Cukup lama kami menunggu keputusan, waktu luang kami gunakan untuk berbincang-bincang. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya kami disuruh untuk kembali ke tempat semula sekaligus mendengarkan nama-nama yang lolos seleksi.
Sudah beberapa nama yang disebut namun tak kunjung juga nama saya disebut, cemas serta penuh harap smoga saja saya lolos, namun hingga penyebutan terakhir nama saya tak kunjung disebut dan artinya saya tidak lolos. Sedih rasanya tidak lolos, namun ini sudah takdir, mungkin rezeki saya bukan disini, namaun saya percaya masih banyak pekerjaan diluar sana yang cocok untuk saya. Saya serahkan semuanya kepada Allah Swt.
Dengan perasaan sedih kami semua yang tidak lolos di suruh untuk pulang. Kecewa sudah pasti, gagal di jadikan pengalaman, setidaknya sudah mencoba.
Demikian pengalaman saya waktu daftar di Alfamart. Terimakasih waktunya, sekian dari saya.
Wassalamu Alaikum
Post a Comment
Post a Comment